oleh

Cegah Campak Meluas, Dengan Imunisasi Kejar

banner 300250

Foto : Walikota Malang bersama OPD terkait saat imunisasi campak di Bunulrejo Kota Malang

BLIMBING, MALANGJOS.com
Pemerintah Kota Malang terus memperkuat pencegahan penyakit campak melalui program Catch Up Campaign (CUC) Campak. Salah satunya, dengan mengunjungi Pos CUC Campak di Posyandu RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Senin 06 April 2026.

banner 336x280

Bersama sejumlah Operasi Perangkat Daerah, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melihat secara langsung pelaksanaan imunisasi bagi anak yang menjadi sasaran program. Bagian dari langkah pemerintah, mempercepat cakupan imunisasi campak. Menyusul, meningkatnya temuan suspek campak di Kota Malang.

Kata Wahyu, sebagian besar warga telah mengikuti tahapan imunisasi dengan baik. Program imunisasi kejar ini, menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, yang belum imunisasi campak secara lengkap.

“Sebagian besar warga yang menjadi sasaran, sudah mengikuti imunisasi dengan baik. Namun masih ada beberapa yang memerlukan pendekatan. Khususuya karena belum sepenuhnya memahami pentingnya imunisasi campak,” terang Wahyu.

Menurutnya, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menolak atau ragu imunisasi. Karena menganggap imunisasi tidak berdampak besar bagi kesehatan anak. Untuk itu, Pemerintah Kota Malang terus melakukan pendekatan persuasif dan edukasi langsung.

“Campak merupakan penyakit menular. Jika tidak dicegah melalui imunisasi, dampaknya bisa serius bahkan berisiko menyebabkan kematian,” pungkasnya.

Program Catch Up Campaign Campak, dijadwalkan hingga 7 April 2026. Diharapkan, seluruh anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh imunisasi lengkap.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, mengungkapkan, sepanjang 2026, pihaknya menemukan sejumlah kasus suspek campak Kota Malang.

“Hingga akhir Maret 2026 tercatat ada 61 kasus suspek campak yang ditemukan di 16 puskesmas di seluruh kecamatan di Kota Malang,” jelanya.

Hingga saat ini, hasil konfirmasi laboratorium, masih menunggu pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya maupun laboratorium milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Status suspek campak, diberikan berdasarkan gejala klinis yang ditemukan tenaga kesehatan. Seperti munculnya ruam dan tanda khas campak. Sampel dari pasien kemudian diambil untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan ada tidaknya virus campak.

Tahun sebelumnya, tahun 2025, terdapat 312 kasus suspek campak. 52 kasus di antaranya, terkonfirmasi positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.

Untuk mempersempit penularan, Dinas Kesehatan, melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI). Capaiannya, mencapai 95,6 persen, dinilai telah melampaui ambang kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Langkah percepatan imunisasi, penting untuk menutup celah penularan. Sekaligus memperkuat kekebalan kelompok anak di Kota Malang,” jelas Husnul. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *