Foto : pelaksanaan RAC yang bersamaan dengan buka bersama dan santunan anak yatim
KEDUNGKANDANG, MALANGJOS.com
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Malang, Rumah Bersama Advokat (RBA), mengusung salah satu dari dua nama, untuk menjadi calon ketua umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi.
Kedua nama tersebut, adalah Ahmad Fikri Assegaf (Wakil Ketua Umum DPN Peradi) dan B. Halomoan Sianturi (Ketua DPC Peradi Jakarta Selatan).
Dan akhirnya, satu nama, Ahmad Fikri Assegaf SH LLM, disepakati dan direkomendasikan untuk menjadi Caketum. Kesepakatan itu, dilahirkan di saat gelaran Rapat Anggota Cabang (RAC) DPC Peradi Malang tahun 2026, Jumat 27 Febuari 2026.
“Kami menyepakati satu nama, yakni, Ahmad Fikri Assegaf SH LLM. Gelaran RAC ini, memang sebagai sarana para anggota dari Malang Raya, menyongsong Munas IV DPN PERADI,” terang Ketua DPC Peradi Malang RBA, Siswantoro, Jumat 27 Febuari 2026.
Munas IV DPN Peradi, lanjut Siswantoro, dijadwalkan di gelar April 2026, mendatang. Sejumlah isu strategis menjadi perhatian. Mulai dari usulan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Kemudian, laporan pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Nasional (DPN) periode 2020–2025, hingga estafet kepemimpinan organisasi berikutnya. Dan semuanya,
perlu dimusyawarahkan di tingkat DPC sebelum dibawa ke Munas.
Sebelumnya, di tanggal 6 dan 7 Februari lalu, DPC PERADI RBA Malang telah mengakomodasi agenda sosialisasi para bakal calon. Termasuk, memberikan kesempatan para bakal calon memaparkan visi dan misi di hadapan anggota.
“Ketua umum ke depan, harus bisa melindungi anggota. Meningkatkan kapasitas, dan membuat program kerja yang menyentuh anggota secara langsung. Munas harus memberi manfaat nyata bagi advokat, bukan hanya secara organisasi, tetapi juga individu anggota,” lanjutnya.
Selain kegiatan inti, RAC dilaksanakan bersamaan dengan buka puasa bersama dan santunan anak Yatim-Piatu. Kedua kegiatan itu, menjadi penutup rangkaian RAC. Tentunya, dengan optimisme menyambut kepengurusan baru, periode 2025-2030.
“Sebagai perwakilan nanti ada 20 anak yatim-piatu dari dua yayasan yakni Al Kahfi dan Nurul Islam, tetapi nanti kami juga menyerahkan ke yayasan untuk yang tidak hadir,” pungkasnya. (ER/MJ)










Komentar