Foto : PJT I dalam Gelar Pasar Murah Ramadan Tebus Sembako Murah, di Tiga Kota
KLOJEN, MALANGJOS.com
Ratusan paket sembako dari Perum Jasa Tirta (PJT) I melalui Tebus Murah Sembako (TMS), digelar di tiga kota, yakni Malang, Ngawi dan Banjarnegara.
Program pasar murah ini bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat. Khususnya, membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Terlebih, di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri seringkali terjadi fluktuasi dan lonjakan harga pangan,” terang Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, saat dikonfirmasi, Rabu 04 Maret 2026.
TMS perdana, digelar di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang, minggu pertama Ramadan. Dengan menyiapkan 200 paket sembako murah kepada masyarakat.
Selanjutnya, di Desa Grudo dan Desa Selopuro, Kabupaten Ngawi, di wilayah tepian Sungai Bengawan Solo, total 150 paket sembako. Di Ngawi, PJT I bekerja sama dengan Komunitas Kecanduan Sedekah Ngawi (KSN).
Setiap paket sembako, berisi beras 3 kg, minyak goreng, tepung terigu, gula, garam, dan mi instan. Senilai Rp.120.000, dapat ditebus dengan harga Rp30.000 per paket.
“Dengan selisih harga yang jauh lebih murah dari harga pasar, kami berharap TMS ini mampu meringankan beban kebutuhan masyarakat selama Ramadan maupun menjelang Hari Raya,” lanjutnya.
Program TMS merupakan agenda rutin Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I setiap Ramadan. Tidak hanya di Malang dan Ngawi, kegiatan serupa juga digelar secara bertahap di berbagai wilayah kerja PJT I. Rangkaian selanjutnya, di Banjarnegara, 05 Maret 2026 besok.
Fahmi menyampaikan, Ramadan adalah momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Melalui Program TMS, ia ingin memastikan kehadiran BUMN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya air, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang berkelanjutan.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG, Andriana Kartikasari menyampaikan, setiap kegiatan TMS disertai sosialisasi peran dan tugas PJT I dalam pengelolaan sumber daya air.
“Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, kami ajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran,” terang Andriana.
Edukasi tersebut menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas air demi keberlanjutan ekosistem dan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Hal itu, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
TMS digelar sekaligus, mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, dalam memperkuat ketahanan pangan, memperluas pemerataan kesejahteraan, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (ER/MJ/Hms)










Komentar