oleh

Kalapas Malang, Turun Langsung Dalam Panen Jagung di Lapas

banner 300250

Foto : prosesi panen jagung di dalam kawan Lapas

LOWOKWARU, MALANGJOS.com
Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar serta jajaran pejabat struktural, langsung menuju brandgang, memberikan arahan kemandirian pertanian. Karena tengah memasuki panen perdana jagung manis yang dibudidayakan warga binaan.

banner 336x280

Pertanian di area brandgang, bagian dari program Asimilasi dan Edukasi, pembinaan kemandirian bidang pertanian. 26 warga binaan, terlibat dalam kegiatan tersebut. Mulai proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen.

Salah satu komoditas yang dikembangkan, jagung manis varietas Talenta atau jagung hibrida F1. Ditanam pada lahan seluas kurang lebih 300 meter persegi. Menghasilkan sekitar 4 kuintal jagung. Menjadi tahap awal, dari target produksi mencapai 1 ton.

Kalapas Christo mengapresiasi, capaian panen. Pengalaman pertama, bagi Lapas Malang di area brandgang.

“Panen perdana ini menghasilkan sekitar 4 kuintal jagung. Dari target 1 ton. Kami bersyukur, karena panen perdana. Menjadi bukti, lahan brandgang dapat dimanfaatkan secara produktif dengan berbagai komoditas. Warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan,” terang Christo.

Hasil panen, disalurkan melalui koperasi dan pemborong untuk dipasarkan. Sebagian lainnya, dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Malang. Setelah proses penjualan selesai, hasil yang diperoleh dikelola sesuai mekanisme yang berlaku. Termasuk pemberian premi kepada warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian.

Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan pertanian tersebut, BS, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan panen perdana.

“Ini pertama kalinya kami menanam jagung. Alhamdulillah, kami berhasil panen dan hasilnya cukup memuaskan. Hasil panen ini, bisa dipasarkan ke luar Lapas. Semoga ke depan, semakin baik dan kami bisa terus belajar,” lanjutnya.

Melalui pemanfaatan lahan brandgang sebagai area Asimilasi dan Edukasi, Lapas Malang mendorong pembinaan tidak hanya menghasilkan produk. Tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, bertani, serta nilai produktivitas.

Menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan, sebagai bekal untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *