oleh

Gubernur Jatim Sebut, Lulusan Taruna Nala Bisa Juga Jadi Bankir

banner 300250

Foto : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawangsa saat meresmikan sarpras

KEDUNGKANDANG, MALANGJOS.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pendidikan ketarunaan tidak berhenti pada pencapaian masuk akademi TNI maupun kepolisian. Lulusan sekolah taruna harus memiliki ruang lebih luas. Mengisi berbagai sektor strategis sesuai kompetensi, minat, dan bakatnya.

banner 336x280

Hal itu disampaikannya, saat hadir dan meresmikan sejumlah Sarpras, di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang. Sekaligus, meninjau sejumlah fasilitas yang dikembangkan di sekolah, Kamis 20 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, sekolah kedinasan di Akademi TNI maupun kepolisian juga luar biasa. Mudah-mudahan anak-anak kita, terus tumbuh menjadi anak-anak yang bisa memimpin berbagai sektor,” jelas Khofifah.

Kata dia, keberhasilan lulusan Taruna Nala masuk AAL, Akmil, AAU maupun Akpol merupakan capaian membanggakan. Namun, ia mengingatkan, masa depan lulusan tidak harus selalu diarahkan ke militer dan kepolisian.

Menurutnya, diversifikasi profesi menjadi kebutuhan penting agar lulusan memiliki spesialisasi sesuai kemampuan dan passion mereka.

Ia mencontohkan pengalaman, ketika Destry Damayanti memberikan program BI Mengajar di SMAN Taruna Nala. Saat ini, Destry merupakan Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia. Sekaligus Deputi Gubernur Senior BI.

Khofifah mengaku terkesan dengan kualitas pertanyaan para taruna dan taruni yang dinilainya tajam serta fokus pada persoalan ekonomi dan peran bank sentral.

“Anak-anak tanya sangat fokus hal yang terkait dengan peran Bank Indonesia pada konstelasi ekonomi seperti sekarang,” katanya.

Karena itu, Khofifah mendorong agar pemetaan Talent DNA tidak hanya digunakan untuk mengarahkan siswa ke sekolah kedinasan. Tetapi juga menemukan potensi di bidang lain, termasuk ekonomi dan perbankan. Sehingga,
lulusan Taruna Nala, dipersiapkan menjadi bankir berkualitas tinggi.

“Di hari ini rasanya kita sudah harus mulai membuat diversifikasi profesi lebih banyak lagi,” tambahnya.

Gagasan tersebut, dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena, semakin membutuhkan tenaga profesional dengan keahlian spesifik. Bank Indonesia sendiri memiliki mandat utama menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.

Khofifah juga memaparkan pengembangan ekosistem pendidikan ketarunaan di berbagai daerah di Jawa Timur.

Selain SMAN Taruna Nala, Pemprov Jawa Timur mengembangkan sekolah taruna dengan karakter pembinaan berbeda. Taruna Madani di Pasuruan, Taruna Bhakti Jaya di Kediri dengan pembinaan Angkatan Darat, Taruna Angkasa di Madiun dengan pembinaan Angkatan Udara, Taruna Bhayangkara di Banyuwangi dalam pembinaan Polri, serta Taruna Pamong Praja di Bojonegoro dalam pembinaan IPDN.(ER/MJ)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *