oleh

Jadi Pemateri MPLS, Polisi Ajak Jauhi Korupsi dan Narkoba

banner 300250

Foto : Polisi Kota Malang saat memberi materi MPLS di salah satu SMP Negeri

LOWOKWARU, MALANGJOS.com
Polisi Sambang Sekolah yang digagas Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana memerintahkan semua Pejabat Utama, agar aktif sambang setiap hari senin pagi.

banner 336x280

Salah satunya, Wakapolsek Lowokwaru AKP Bagus Setioko Darmawan hadir sebagai narasumber di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 8 Malang, Jalan Veteran, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Senin 13 Juli 2026.

AKP Bagus menjelaskan, kehadiran Polri di lingkungan sekolah, implementasi Program Polisi Sambang Sekolah, memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

“Kami menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sejak usia sekolah. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan. Karena itu, Polri memberikan edukasi para pelajar agar memahami risiko pelanggaran hukum dan menjadi generasi berintegritas,” terang AKP Bagus.

Sebanyak 324 siswa-siswi peserta MPLS mengikuti edukatif berfokus pada pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini serta bahaya penyalahgunaan narkotika. Sebagai bagian dari upaya preventif membentuk generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan bebas dari perilaku melanggar hukum.

AKP Bagus didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aipda Endar, yang turut membangun suasana interaktif melalui sesi tanya jawab bersama para peserta.

Menurutnya, korupsi bukan sekadar tindak pidana yang merugikan keuangan negara, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan perilaku tidak jujur, seperti mencontek, memalsukan data, atau mengambil hak orang lain yang dianggap sepele ini, bisa menjadi awal lahirnya budaya korupsi apabila tidak dicegah sejak dini.

“Korupsi merampas hak masyarakat, menghambat pembangunan, merusak kepercayaan publik, dan menghambat kemajuan bangsa. Karena itu, karakter antikorupsi harus dibangun sejak di bangku sekolah melalui kebiasaan hidup jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan pelajar. memicu tindakan kriminal, merusak hubungan keluarga, hingga mengancam kualitas sumber daya manusia Indonesia. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *