oleh

Layang-Layang Malang, Hiburan Lintas Generasi Gerakkan UMKM

banner 300250
Foto : salah satu komunitas layang layang hingga sampai perlombaan
PAKIS, MALANGJOS.com
Di Malang Raya, permainan tradisional layang layang, menjadi primadona hiburan semua usia. Setiap sore, di lapangan-lapangan, dipenuhi anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka, asyik menerbangkan layangan ke angkasa.
Menariknya, fenomena ini bukan sekadar nostalgia masa kecil. Tapi,  kini menjelma sebagai hiburan murah meriah. Bahkan, mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pengrajin UMKM lokal.
Adu Layangan dan Berburu Layangan Putus
Suasana semakin meriah, ketika para pemain mulai mengadu layang-layang mereka. Di sinilah strategi, keahlian, dan kecepatan reaksi diuji untuk menjatuhkan layangan lawan.
Namun, momen yang paling ditunggu justru saat layangan putus. Bukan karena kecewa, justru menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pemburu layangan putus yang sudah siap berebut di bawah.
Cerita di Balik Layangan, Saipul Doble Koclok dan Komunitasnya
Saipul Doble Koclok atau biasa disebu Cak Ipul, penggiat layang-layang ‘sambetan’ asli Malang ini,  mengaku, kecintaannya sudah ada sejak kecil. Ia kembali aktif, setelah melihat tren layang-layang mulai naik lagi (tahun 2000-an).
“Awalnya cuma nostalgia’, tapi semakin rame. Dan di saat liburan, malah semakin ramai sekali,” jelasnya.
Yang menarik, di Malang tercatat ada sekitar 50 klub layang-layang, tersebar di berbagai wilayah. Salah  satu lokasinya, di persawahan Sawojajar 2, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Komunitas ini, menjadi wadah silaturahmi, saling tukar pendapat, hingga belajar bersama merakit layangan.
Bukan Sekadar Main, Tapi Juga Sehat dan Mendidik
Bermain layang-layang ternyata punya segudang manfaat. Mulai dari menyatukan keluarga lintas generasi, mengurangi ketergantungan gadget, hingga melatih motorik dan koordinasi tubuh.
Ditambah lagi, aktivitas di luar ruangan ini membantu tubuh menyerap Vitamin D. Bahkan, menyehatkan mata karena terbiasa melihat pemandangan jarak jauh.
Pentingnya Silaturohmi, Saling Bertukar Pendapat 
Di Malang, layang-Layang tembus kompetisi Nasional dan Internasional. Tak hanya sekadar hobi mingguan, layang-layang  ‘sambetan’ di Malang, memiliki berbagai acara dan kompetisi rutin. Bahkan, perlombaannya sudah mencapai tingkat nasional dengan peserta dari mancanegara.
Saipul bersama rekan-rekan pegiat berharap, semakin banyak masyarakat yang tertarik bergabung. Apalagi, Malang Raya punya peran besar di kancah layang-layang Indonesia.
“Semoga, permainan ini terus lestari. Selain edukatif bagi anak-anak, juga mampu memajukan UMKM para pengrajin layang-layang di Malang,,” pungkasnya.
Layang-layang bukan sekadar benang dan kertas yang diterbangkan. Ia adalah jembatan antara generasi, pelepas penat, dan penggerak ekonomi kecil yang nyata. (ER/MJ/Hms)
banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *