Foto : prosesi penutupan KKN UMM dengan ratusan karya inovasi mahasiswa
DAU, MALANGJOS.com
Rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekitar 4000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2026 resmi berakhir, di Hall Dome UMM, Senin 31 Agustus 2026.
Prosesi penutupan, meliputi KKN Berdampak, KKN Internasional, serta KKN Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin).
UMM sekaligus menjadi tuan rumah pelaksanaan KKN MAS, diikuti mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Menjadi bagian dari perayaan berakhirnya rangkaian KKN, mempererat kebersamaan setelah menjalani berbagai program pengabdian di masyarakat.
Tak sekadar menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa di desa, KKN tahun ini menghadirkan Expo. Lebih dari 190 stand inovasi dan gagasan, diarahkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.
Diantaranya prototipe lubang biopori multifungsi, alat penyebaran pupuk melalui pipa, serta tungku rocket stove, dirancang dengan minim polusi. Menjadi bagian dari upaya UMM, mewujudkan konsep kampus berdampak.
Beragam inovasi tersebut, menunjukkan KKN dapat menjadi ruang untuk menggabungkan kepedulian sosial. Kemampuan akademik, dan kreativitas teknologi. Solusi tidak harus kompleks, tetapi berupa teknologi sederhana sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.AP. menjelaskan, KKN perlu ditempatkan jadi bagian dari misi perguruan tinggi. Dalam menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tradisi KKN UMM, telah berlangsung sejak 1987, menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Ketua KKN MAS Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D. menyebut, KKN MAS di Malang melibatkan 1.601 mahasiswa. Ditempatkan di 101 desa di Kabupaten Malang. Mendorong mahasiswa, menjaga jejaring yang terbentuk selama pengabdian. Agar berkembang berkolaborasi setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Silakan bangun jejaring, karena kami yakin mahasiswa ini nantinya mampu berkontribusi. Jejaring tersebut dapat menjadi modal kolaborasi setelah kembali ke daerahnya,” jelasnya. (ER/MJ/Hms)










Komentar