oleh

BRI Perkuat Daya Saing UMKM, Warung Soto H. Fauzi Berkembang dari Usaha Keluarga Menjadi Ikon Kuliner Situbondo

-Berita-105 Dilihat
banner 300250

SITUBONDO – Di balik semangkuk soto yang telah dinikmati masyarakat selama puluhan tahun, tersimpan kisah tentang bagaimana sebuah usaha keluarga mampu bertahan menghadapi perubahan zaman. Warung Soto H. Fauzi di Kabupaten Situbondo bukan hanya dikenal sebagai kuliner legendaris, tetapi juga menjadi contoh bahwa akses pembiayaan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan UMKM tanpa menghilangkan nilai tradisi yang menjadi identitas usahanya.

Berdiri sejak 1960 di kawasan depan Pabrik Gula Panji, Warung Soto H. Fauzi telah melewati berbagai fase perkembangan ekonomi. Pergantian generasi, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga meningkatnya persaingan bisnis kuliner tidak membuat usaha tersebut kehilangan pelanggannya. Sebaliknya, warung ini terus berkembang dengan tetap mempertahankan cita rasa yang diwariskan pendirinya.

banner 336x280

Keberhasilan menjaga keberlanjutan usaha juga ditopang oleh kemampuan melakukan ekspansi. Sejak 2005, Warung Soto H. Fauzi membuka cabang di Jalan Ahmad Yani, Situbondo, sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan yang mencari kuliner khas daerah.

Di balik perkembangan itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi salah satu mitra yang mendukung penguatan kapasitas usaha melalui akses pembiayaan. Hubungan kemitraan tersebut dimulai pada 2015 ketika Warung Soto H. Fauzi memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat modal pengembangan usaha.

Seiring meningkatnya kebutuhan bisnis, pada 2017 usaha tersebut kembali memperoleh pembiayaan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp50 juta. Saat ini Warung Soto H. Fauzi menjadi nasabah KUR BRI dengan plafon pembiayaan mencapai Rp200 juta serta memanfaatkan layanan transaksi perbankan BRI dalam operasional usahanya.

Penguatan modal itu berdampak pada meningkatnya kapasitas bisnis. Warung Soto H. Fauzi kini mampu mencatat omzet rata-rata sekitar Rp15 juta per hari dan mempekerjakan 22 orang. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang dimanfaatkan secara produktif mampu mendorong UMKM meningkatkan skala usaha sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian lokal.

Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Ary Juwono, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus BRI karena sektor tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, Warung Soto H. Fauzi merupakan contoh bagaimana pembiayaan tidak hanya menjadi tambahan modal, tetapi juga menjadi pendorong lahirnya usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Warung Soto H. Fauzi menjadi contoh nyata bagaimana akses pembiayaan yang tepat dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang, membuka lapangan pekerjaan, serta menjaga keberlangsungan usaha yang telah diwariskan lintas generasi. BRI akan terus hadir sebagai mitra bagi UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” ujar Ary.

Sementara itu, pengelola Warung Soto H. Fauzi, Munawaroh, mengatakan dukungan pembiayaan dari BRI menjadi salah satu faktor yang memperkuat pengembangan usaha keluarganya.

“Sejak menjadi nasabah BRI, kami merasakan manfaat pembiayaan yang membantu pengembangan usaha, mulai dari penambahan fasilitas, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan modal kerja,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan usaha tidak membuat Warung Soto H. Fauzi mengubah karakter utama yang telah menjadi kekuatan selama lebih dari enam dekade.

“Dukungan tersebut membuat kami dapat terus menjaga kualitas cita rasa yang telah diwariskan keluarga sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Kami juga bersyukur usaha ini dapat terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujar Munawaroh.

Perjalanan Warung Soto H. Fauzi memperlihatkan bahwa UMKM memiliki peluang besar untuk naik kelas ketika mampu memadukan kualitas produk, regenerasi usaha, dan pemanfaatan akses pembiayaan secara tepat. Kolaborasi seperti inilah yang tidak hanya menjaga keberlangsungan usaha lintas generasi, tetapi juga memperkuat peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *