oleh

Dari Zakat ke Kemandirian, Buruh Tani di Poncokusumo Bangun Usaha Melon Beromzet Hampir Rp93 Juta

-Berita-16 Dilihat
banner 300250

MALANG – Zakat produktif kembali menunjukkan perannya sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di Desa Kalirejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pengelolaan dana zakat yang dilakukan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN SBO Malang berhasil mendorong sepuluh buruh tani mengembangkan usaha budidaya melon hingga menghasilkan omzet kotor hampir Rp93 juta.

Capaian tersebut lahir melalui Program Mustahik Income Generating (MIG) Amanah Melon Berkah, sebuah program pemberdayaan ekonomi yang didanai dari zakat karyawan BRI. Selama satu tahun, para peserta tidak hanya memperoleh bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan intensif mulai dari teknik budidaya, pengelolaan kelompok, hingga pengembangan usaha.

banner 336x280

Hasilnya, kelompok mampu menyelesaikan tiga siklus panen dengan total produksi lebih dari 5,2 ton melon. Untuk mendukung program tersebut, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan produktif senilai lebih dari Rp76,3 juta yang dimanfaatkan untuk penyewaan lahan selama lima tahun, pembangunan greenhouse, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan usaha.

Keberhasilan program tidak hanya tercermin dari hasil produksi dan nilai penjualan. Selama proses pendampingan, anggota kelompok juga berhasil membangun tabungan bersama sebesar Rp9 juta serta menghimpun infak kelompok mencapai Rp3 juta. Pencapaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis zakat mampu menumbuhkan budaya pengelolaan keuangan, kemandirian, sekaligus kepedulian sosial di antara para penerima manfaat.

Ketua YBM BRILiaN SBO Malang, Mayang Diantami, mengatakan tujuan utama program bukan sekadar meningkatkan pendapatan mustahik, melainkan menciptakan usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Program Mustahik Income Generating Amanah Melon Berkah merupakan wujud komitmen YBM BRILiaN dalam mengelola dana zakat secara produktif agar memberikan manfaat yang berkelanjutan. Kami berharap para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satu anggota kelompok, Heri Setiyawan, mengaku kini memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri setelah mengikuti pendampingan.

“Alhamdulillah, melalui pendampingan YBM BRILiaN saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam budidaya melon. Saat ini saya sudah mulai membangun greenhouse melon secara mandiri sebagai langkah untuk mengembangkan usaha. Terima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN atas bantuan serta pendampingan yang telah diberikan,” katanya.

Kegiatan Exit Program yang menjadi penanda berakhirnya masa pendampingan digelar pada Rabu (22/7). Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Kalirejo Sukadi, tokoh agama Desa Kalirejo M. Kholiq, Ketua YBM BRILiaN SBO Malang Mayang Diantami, serta seluruh anggota Kelompok MIG Amanah Melon Berkah.

Melalui berbagai program pemberdayaan berbasis zakat produktif, YBM BRILiaN terus mengupayakan agar dana zakat tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi modal lahirnya pelaku usaha baru yang mandiri. Sejalan dengan semangat “Memberi Makna Indonesia”, YBM BRILiaN berharap semakin banyak mustahik yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya hingga bertransformasi menjadi muzaki dan ikut memperluas manfaat bagi masyarakat.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *