oleh

UIBU Luncurkan Heppiee Interactive Learning, Cegah Bullyq

banner 300250

Foto: prosesi Heppiee Interaktif Learning di UIBU

BLIMBING, MALANGJOS.com
Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang melahirkan inovasi pembelajaran, lewat program Heppiee Interactive Learning, Jargonnya,”Sing Penting Heppiee”, di kampus C, Sabtu 27 Juni 2026.

banner 336x280

Memperkuat nilai kebinekaan dan budaya anti-bullying, bagi 89 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Penjasorkes (PJOK) dari berbagai penjuru tanah air.

Tidak melalui metode seminar yang umum dipakai kampus lain, UIBU mengemas edukasi wajib anti-perundungan. Melalui game outbound dan modul digital interaktif berbasis gamifikasi.

“Kami meyakini bahwa materi bullying itu tidak cukup hanya untuk diceramahi. Tetapi harus dipraktikkan langsung. Mahasiswa mempraktikkannya bersama rekan sejawat melalui berbagai aktivitas,” terang Rektor UIBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, saat ditemui, Sabtu 27 Juni 2026.

Diawali game kelompok kecil dipandu instruktur coach. Dimaksudkan, menyolidkan hubungan antarindividu. Memupuk kerja sama tim, kekompakan, serta sikap pantang menyerah.

Sebagai acara puncak, mahasiswa mengakses Heppiee Interactive Learning. Melalui gadget masing-masing, dan menjawab kuis-kuis interaktif bertema kebhinekaan secara live.

Rektor menekankan, konsep happy jadi kunci penyerapan ilmu. Karena, pendidikan atau ilmu itu, akan lebih gampang diterima kalau dalam keadaan Heppiee. Karena itu,serangkaian kegiatan dikemas dengan menyenangkan.

“Tentunya, tanpa mengurangi esensi dari muatan materi kebhinekaan dan anti-bullying itu sendiri,” lanjut Rektor.

Ia berharap, calon guru mempunyai kepekaan emosional tinggi untuk mendeteksi bullying sekecil apapun. Karena, sadar atau tidak, mungkin pernah melakukan tindakan bullying dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan konsep tersebut, para mahasiswa digenjot agar siap menjadi generasi yang Berbudi Utama,” pungkas Rektor.

Yohan Ari Kurnia, mahasiswa PPG UIBU menyebut, metode outbound jauh lebih efektif dari seminar. Karena, banyak nilai yang diajarkan. Terutama saling menghargai antar-teman, antar-kawan

“Saling menghargai adalah fondasi utama mencegah perundungan sejak dini,” katanya.

Langkah UIBU, dinilai relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Kasus perundungan sudah memprihatinkan dan meluas dari Sekolah Dasar (SD) hingga anak belum sekolah. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *