oleh

Festival Layang Layang, Wasiknya Nembus Semua Kalangan 

-Ragam-15 Dilihat
banner 300250

Foto : Wawali Kota Malang bersama Kapolresta Malang Kota, saat festival layang-layang

SUKUN, MALANGJOS.com
Wakil Wali Kota (Wawali) Malang Ali Muthohirin, menutup gelaran
Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) 2026, di Lapangan Layang-Layang, Kelurahan Gadang 12B, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu 09 Agustus 2026.

banner 336x280

Ia mengapresiasi gelaran salah satu lomba tradisional tersebut.Menurutnya, sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, khususnya dalam mendorong kreativitas masyarakat.

MSSF dinilai, tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan aktivitas ekonomi kreatif.

“Bagian dari Malang Solidarity Sky Fest, menunjang program kami, Dasa Bakti kami, Malang Tahes dan Kreativitas. Tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana juga menjaga semua kreativitas muncul dan berkembang di Kota Malang,” terang Wawali, Ali Mutohirin, ditemui di lokasi layang layang, Minggu 09 Agustus 2026.

Ia berharap, permainan dan kreativitas layang-layang, dapat semakin berkembang. Menurutnya, keberadaan berbagai komunitas kreatif, menjadi salah satu potensi yang memperkuat daya tarik Kota Malang.

Ali juga mendorong, agar skala pelaksanaan MSSF dapat diperbesar dan jumlah kegiatan serupa diperbanyak. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang dapat terlibat sekaligus mengembangkan kreativitasnya.

“Kita bangga dan bahagia, karena ini bisa meningkatkan daya jual Kota Malang. UMKM yang ada dalam acara juga bisa diperbesar, bisa diperbanyak lagi. Generasi muda juga bisa kita tumbuhkembangkan,” lanjutnya.

Selain memberikan ruang bagi komunitas layang-layang, turut menghadirkan bazar UMKM, pameran layangan hias, eksebisi bermain layang-layang, lomba video konten, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Ali berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Tetapi terus bertumbuh dari sisi kualitas maupun skala penyelenggaraan.

“Informasi yang beredar, produknya sudah diekspor. Semoga komunitas layangan dan kreativitasnya semakin bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

MSSF 2026, menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT, Kemerdekaan RI 81. Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu di Langit, Melayangkan Kreativitas’, menjadi ruang interaksi bagi komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Malang Raya.

Pada hari pertama, Sabtu 8
Agustus 2026), sebanyak 64 tim dari 20 komunitas se-Malang Raya mengikuti lomba sambit. Peserta dari sejumlah wilayah. Mulai Gondanglegi, Singosari, Kota Malang, dan Kota Batu.

Sementara Ketua Pelaksana MSSF 2026 Deny Rahmawan menjelaskan, selain ajang kompetisi, juga menjadi ruang silaturahmi dan pembibitan generasi baru pelayang.

“Agenda ini selain menjadi pembibitan dan ajang kompetisi, juga menjadi kesempatan silaturahmi,” jelasnya.

Kata Deni,
membuka ruang interaksi dan memperkuat solidaritas masyarakat. Melestarikan budaya, mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif.

Turut hadir, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno, beserta Kapolsek Sukun Kompol Ryan Wahyuningtyas, Kadiskominfo M Nur Widiyanto,, Anggota DPRD Kota Malang H. Rokhmad dan Kristina, Ketua KORMI Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Kemudian, Sekretaris KONI Joko Purwosusanto, Kabid Olahraga Diaporapar Bagus, jajaran Camat Sukun dan Lurah Gadang, dan jajaran samping. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *