oleh

FH UB, Peringati 22 Tahun Wafat Munir Dengan Konferensi HAM

banner 300250

Foto : Konferensi Internasional Mahasiswa HAM di Malang Soroti Masa Depan HAM

LOWOKWARU, MALANGJOS.com
Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) kembali membuka ruang akademik internasional. Membahas perkembangan hak asasi manusia (HAM), melalui 2nd International Student Conference on Human Rights (ISCHR) 2026.

banner 336x280

Bertajuk “Human Rights in a Changing World: Economy, Politics, Environment, and the Future of Civic Space” gedung Fakultas Hukum UB, 7–8 September 2026.

Menjadi forum bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai tantangan HAM yang semakin kompleks. Mulai dari persoalan ekonomi, politik, lingkungan hingga masa depan ruang sipil.

Ketua Panitia ISCHR 2026, Cyndiarnis Cahyaning Putri, S.H., M.Kn., menjelaskan, pemilihan tangal 07 September, memiliki makna khusus. Bertepatan dengan peringatan wafatnya aktivis HAM Indonesia, Munir Said Thalib, yang meninggal, 7 September 2004.

“Tanggal 7 September, merupakan hari kematiannya almarhum Munir. Kami selenggarakan konferensi ini, untuk memperingati juga kematian dari tokoh HAM tersebut,” terang Cyndiarnis, saat ditemui Senin 07 September 2026.

Menjadikan konferens, bukan sekadar forum ilmiah. Tetapi ruang refleksi terhadap perjalanan perjuangan HAM di Indonesia Sekaligus tantangan perlindungan HAM di masa kini.

ISCHR 2026 diikuti hampir 60 peserta, dari berbagai negara. Didominasi kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Filipina. Namun, terdapat pula peserta dari sejumlah negara lainnya, dengan keterlibatan yang masih banyak, dari kawasan Asia dan Afrika.

Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu kekuatan konferensi. Karena masing-masing membawa pengalaman, persoalan, kapasitas, serta perspektif HAM yang berbeda.

“Harapannya, nanti tahun depan outreach-nya bisa semakin tinggi lagi,” lanjutnya.

Pelaksanaan ISCHR 2026, menghadapi tantangan di luar kendali penyelenggara. Kondisi force majeure, termasuk erupsi dan gangguan perjalanan, membuat sejumlah narasumber mengalami perubahan jadwal penerbangan.

Akibatnya, beberapa narasumber yang semula dijadwalkan hadir secara langsung akhirnya harus memberikan materi secara daring.

“Kemarin sempat ada terkendala beberapa narasumber, akhirnya harus mengisi online karena ada beberapa flights yang harus di-reschedule,” lanjutnya.

Meski terdapat narasumber yang mengikuti secara daring akibat kendala perjalanan, Cyndiarnis menegaskan konsep utama ISCHR 2026 dirancang sebagai konferensi luring.

“Kami menyediakan hanya untuk luring saja. Karena kami di sini inginnya memang ada perbedaan kalau kita bertemu secara langsung dan kalau dilaksanakan dengan daring,” pungkasnya.

Namun, tetap membuka kemungkinan mengembangkan format hybrid, pa penyelenggaraan tahun depan untuk memperluas jangkauan peserta internasional. (ER/MJ)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *