oleh

Relokasi Pasar Induk Gadang, Disambut Antusias 

banner 300250

Foto : Anggota DPRD Kota Malang, bersama koordinator pembangunan pasar gadang

SUKUN, MALANGJOS.com
Relokasi pedagang pasar Induk Gadang, Kecamatam Sukun, Kota Malang ke lokasi baru, akhirnya terjawab. Bahkan, disambut antusias, meski masa transisi masih menyisakan tantangan besar.

banner 336x280

Perubahan dan perputaran aktivitas transaksi, mengalami penurunan seiring perubahan kondisi. Hal itu disadari, karena masih adaptasi di tahap pembangunan dan relokasi para pedagang.

Abdul Qodir, Koordinator Pembangunan Pasar Gadang menegaskan, perpindahan para pedagang tanpa tanpa ada paksaan.

“Ini murni keinginan pedagang sendiri. Tempat lama sudah kumuh, macet, tidak manusiawi. Mereka ingin ruang interaksi yang lebih maksimal dengan pembeli,” terang Abah Qodir, mendampingi Komisi C DPRD Kota Malang meninjau Pasar induk Gadang, Kamis 07 Mei 2026.

Abah Qodir mengaku, sudah berjualan buah grosiran di pasar Induk Gadang sejak 2005. Rencana pindah, sudah lama diinginkan. Dan titik terang itu, muncul saat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyediakan lahan. Meski statusnya sewa, kepastian tempat itu membuat pedagang bersedia pindah kolektif.

Untuk para pedagang lama berizin dan mempunyai surat, dipindah gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.Biaya fisik bangunan, dikumpulkan dari iuran sukarela pedagang, untuk menambah unit bedak.

“Seluruh dana murni untuk pembangunan. Tidak ada pihak luar yang ikut memiliki kios,” lanjutnya.

Saat ini, sekitar 60 pedagang buah dan 40 pedagang ikan sudah menempati lokasi baru. Meski senang karena tempat lebih bersih dan permanen, pedagang masih menghadapi di fase adaptasi.

“Kondisi pembeli masih semburat. Parkir belum rapi, akses jalan belum maksimal. Banyak pelanggan setia belum tahu lokasi baru, masih komunikasi dengan pedagang,” tambah Qodir.

Dampaknya, omzet turun sementara. Namun ia optimistis kondisi segera pulih. Soal retribusi, pengelola belum menetapkan besaran karena fokus menyelesaikan fisik bangunan dulu.

Abah Qodir menargetkan seluruh pembangunan gedung rampung akhir Mei 2026. Setelah itu, fokus beralih ke penyempurnaan parkir dan akses jalan.

“Kalau gedung beres dan akses lancar, pembeli nyaman, ekonomi pasti balik normal. Bahkan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Bagi Abah Qodir, transformasi ini bukti kekuatan kolektif pedagang. Dari tempat kumuh yang ditempati sejak 2005, kini mereka punya kios permanen hasil urunan sendiri.

“Ini bukan cuma pindah lapak, tapi naik kelas jadi pasar yang layak,” pungkasnya. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *