oleh

KPK Jadikan 2 Kampus di Hadang, Gratifikasi Berujung Korupsi

banner 300250

Foto : pelaksanaan workshop program pengendalian gratifikasi di Perguruan Tinggi

LOWOKWARU, MALANGJOS.com

banner 336x280

Tantangan dan godaan gratifikasi di Perguruan Tinggi, cukup tinggi. Kejujuran dan profesionalitas diuji. Hati nurani dan reality, bisa saja menghantui. Tapi integrity merupakan fundamental, modal dasar mengikuti hati nurani.

Kira hal itulah yang disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komjen Pol. Setyo Budiyanto, S.H., M.H saat memberikan arahan dan membuka Workshop Penyusunan Program Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi di ruang Algoritma Filkom UB, Jumat 18 September 2026.

“Ruang ruang resiko, tantangan dan godaan gratifikasi, masih ada di Perguruan Tinggi. Karena itu, kita memulai budaya integrity yang jujur dan profesional. Kadang terjadi perang batin,” terang Ketua KPk Setyo Budiyanto diterima di sela sela workshop, Jumat 18 September 2026.

Karena itu, lanjut ketua KPK, dimulai dari 2 kampus Negeri di Malang, untuk menjadi percontohan. Melakukan gerakan integrity di semua bidang. Salah satu cara, dengan memberikan keteladanan.

Dau kampus negeri di Malang, UIN Maliki dan UB, memang diproyeksikan menjadi pilot project dalam pengendalian gratifikasi. Karena jika tidak, hal itu, tambah Setyo, bisa menjadi pintu masuk awal terjadinya korupsi. Budaya dan gaya hidup berintegritas, diharapkan bisa menciptakan ekosistem integrity kampus.

“Langkah lain, yang bisa ditempuh bisa dengan ambassador atau duta. Sehingga menjadi suri tauladan untuk bisa diteladani. Jika pilot project ini sukses, bisa diikuti oleh kampus kampus yang lain,” pungkas Ketua KPK.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam
membentuk pola pikir generasi muda, calon pemimpin bangsa.

“Pencegahan korupsi, perlu dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk melalui pengendalian gratifikasi. Bagian dari kolaborasi perguruan tinggi dengan KPK. Kita ingin, korupsi betul-betul dihalangi mulai dari dasar, yaitu gratifikasi dan pola pikir masyarakat, terutama mahasiswa sebagai generasi penerus,” terang Prof. Widodo.

Piloting Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) untuk membangun lingkungan perguruan tinggi yang berintegritas, bisa jadi titik awal pencegahan.

​Menurut Prof Widodo, membangun integritas di perguruan tinggi, tidak cukup dengan menerbitkan aturan. Integritas harus menjadi bagian dari ekosistem kampus, diterapkan seluruh sivitas akademika.

​“Target UB, membangun ekosistem yang lebih baik dan berintegritas. Khususnya bagi sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa,” pungkasnya. (ER/MJ)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *