oleh

Seminar Nasional Bendungan Besar, Mitigasi Perubahan Iklim

banner 300250

Foto : pelaksanaan seminar bendungan besar Kemen PU pengelolaan bendungan besar

LOWOKWARU, MALANGJOS.com 
Kementerian Pekerjaan Umum bersama Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) atau INACOLD menggelar rangkaian kegiatan Rapat Anggota Biasa (RAB), Rapat Anggota Tahunan (RAT), dan Seminar Nasional Bendungan Besar 2026.

banner 336x280

Mengusung tema “Strategi Penguatan Tata Kelola Bendungan Besar untuk Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim”, di gelar
di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jumat 07 November 2026.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, menjelaskan, pengelolaan bendungan besar, infrastruktur strategis. Sekaligus mendukung tercapainya ketahanan air, pangan, dan energi nasional perlu terus dioptimalkan.

Ketua Umum INACOLD, Adenan Rasyid, menyampaikan urgensi inovasi tata kelola sumber daya air.

“Kita berada pada era, dimana perubahan iklim menuntut kita berpikir lebih maju dan adaptif. Bendungan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang menjadi urat nadi dari kehidupan bangsa sebagai penyedia air bersih domestik,” jelasnya.

Ia menambahkan, bendungan besar, menjadi tulang punggung irigasi pertanian, dan motor penggerak transisi energi bersih. Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat, dapat melahirkan pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk nyata, dari penerapan teori dan inovasi, rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan Kunjungan Lapangan (Field Trip) ke Bendungan Sutami dan kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Bendungan Besar 2026, Fahmi Hidayat menjelaskan, agenda kunjungan lapangan tersebut. Peserta meninjau langsung Bendungan Sutami di Kabupaten Malang, yang dikelola Perum Jasa Tirta I.

“Di kawasan ini, peserta tidak hanya melihat operasional PLTA berkapasitas 105 MW. Tetapi meninjau lokasi pengembangan Proyek Strategis Nasional berupa PLTS Terapung berkapasitas 130 MWp,” terang Fahmi, yang juga Direktur Utama PJT I.

Ia menambahkan, integrasi energi hidro dan surya, selaras dengan subtema transisi energi dan ketahanan air nasional yang digaungkan.

Selain tinjauan lapangan, rangkaian agenda strategis diisi diskusi ilmiah, presentasi makalah, Young Professionals Forum. Bahkan, coaching clinic membahas berbagai tantangan pembangunan dan pengelolaan bendungan.

Sejumlah isu strategis, turut menjadi fokus pembahasan. Mulai dari keamanan bendungan, optimalisasi operasi waduk, adaptasi perubahan iklim, hingga penerapan teknologi dalam pengelolaan infrastruktur sumber daya air. (ER/MJ/Hms)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *