Foto: kondisi toko kelontong yang terbakar dan merembet ke bangunan sebelahnya
KLOJEN, MALANGJOS.com
Satu orang tewas dan satu lagi mengalami luka bakar parah, saat terjadi kebakaran di sejumlah pertokoan kelontong (Madura) di kawasan Jl Galunggung / Jl Tidar, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa 22 September 2026.
Kedua korban merupakan penjaga toko di lokasi tersebut. Sedangkan korban meninggal, berada di kamar mandi di lantai 2 pada bangunan tersebut. Tidak hanya itu, api juga merembet ke ruko di sebelahnya.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan menjelaskan, pihaknya mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran dan 15 personel.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala atau kesulitan dalam proses pemadaman. Hanya kepulan asap tebal sehingga personel harus menggunakan alat bantu pernapasan. Satu orang meninggal, satu luka bakar,” jelas Pandu, ditemui di lokasi, Selasa 22 September 2026
Dua korban dalam peristiwa itu, lanjut Pandu, merupakan penjaga toko kelontong. Satu korban luka bakar, dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam bak kamar mandi ruko. Para korban, semuanya laki-laki.
“Kemungkinan, dia mau mencari perlindungan tetapi diatas tidak didapati adanya jalur evakuasi. Sehingga ia terjebak dan diduga meninggal sesak napas karena kepulan asap,” lanjutnya.
Terkait penyebab kebakaran, Pandu menyebut, berawal dari salah satu korban sedang memasak mie. Kemudian, api dari kompor mengenai tempat penyimpanan bensin yang berada di sebelahnya.
“Ketika itu, salah satu korban sedang memasak mie di lantai satu. Kemudian, menyambar ke tempat penyimpanan atau jerigen berisi bensin,” tambahnya.
Sebelumnya, seorang saksi mata juru parkir (jukir) setempat, Wiwit mengaku, kebakaran Berawal dari toko kelontong yang berada di kawasan ruko tersebut.
“Api yang membesar dan menyambar ke bangunan ruko yang berada di sebelahnya. Tamu yang berada di penginapan Reddoorz, juga langsung keluar dalam kondisi panik,” katanya.
Toko kelontong tersebut, baru berjualan sekitar tiga bulan yang lalu. Buka 24 jam dengan berjualan sembako, bensin, hingga rokok.
Saat kebakaran, juga ada suara ledakan beberapa kali. Diduga berasal dari beberapa botol bensin yang berada di depan toko. (ER/MJ)










Komentar