oleh

UB Akui Kecolongan, Mahasiswanya Terjun Dari Lantai 6

-Berita-1 Dilihat
banner 300250

Foto : Sekun UB, Dr Tri Wahyu Nugroho, Ketua Prodi Sarjana Kedokteran FK UB dr Hafid MBiomed SpAn beri keterangan

LOWOKWARU, MALANGJOS.com
Universitas Brawijaya (UB) Malang, mengaku kecolongan, atas insiden aksi nekat salah satu mahasiswanya yang terjun dari lantai 6. Karena itu, pihaknya melakukan evaluasi terhadap gedung gedung tinggi, yang ada di UB.

banner 336x280

Salah satu evaluasi, akses akses ke gedung tinggi. Termasuk, konsep jendela yang tidak boleh lagi bisa dibuka dengan lebar. Namun, hanya sedikit saja, yang bisa dibuka. Pihaknya, mengoptimalkan peran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

“Kami tentu turut prihatin akan kejadian ini. Kami mengoptimalkan K3 di setiap fakultas. Dan ada ahlinya. Tetap masih ada kejadian, kami merasa kecolongan,” terang Sekretaris Universitas (Sekun) Brawijaya, Dr Tri Wahyu Nugroho, SP, M.Si saat memberikan keterangan, di gedung Rektorat Lt. 1 UB.

Pihaknya masih belum bisa memastikan apa motif dari aksi mahasiswa FKUB tersebut. Mengingat, dari kegiatan akademik cukup baik. Bahkan IPK nya, mencapai 3,8.

Di bagian lain, yang bersangkutan tampak normal normal saja, sebagaimana pasa umumnya. Namun demikian, pihak kampus belum memberikan secara lebih detail, terkait kejadiannya.

“Kami menyampaikan apa yang manjadi ranah akademik. Untuk yang lain, sudah dalam penyelidikan ataupun penyidikan kepolisian,” tambah Ketua Prodi Sarjana Kedokteran FK UB dr Hafid MBiomed SpAn.

Saat ini, pihaknya tetap fokus pada pemulihan dengan berkoordinasi dengan Rektorat. Dan pasca operasi, kondisinya mulai stabil.

Sebelumnya, mahasiswa FKUB yang terjun bebas dari lantai 6 di salah satu gedung fakultas, RR (19), masih mendapat perawatan intensif di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengatakan, kondisi korban belum dapat dipastikan secara menyeluruh, karena masih menjalani perawatan intensif.

“Pascaoperasi, kondisi korban stabil dan masih dirawat di ICU Kapuas RSSA. Kedua kakinya telah dipasang gips dan terdapat beberapa jahitan di sekitar wajah,” terang Lukman, Jumat 11 September 2026.

Sebelumnya, petugas Polsek Lowokwaru mendatangi lokasi setelah menerima informasi masyarakat mengenai seorang mahasiswa yang mengalami insiden di Gedung Sentral Fakultas Pertanian UB.

Saat tiba di lokasi, petugas mendapati korban diketahui mahasiswa Fakultas Kedokteran UB angkatan 2025 dengan kondisi tidak sadarkan diri.

Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah informasi, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Data tersebut menjadi bagian dari bahan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh.

“Untuk motif dan latar belakangnya masih dalam penyelidikan. Kami menunggu kondisi korban memungkinkan untuk memberikan keterangan,” jelasnya.

Menurut Lukman, penanganan kondisi RR saat ini tidak hanya pada kondisi fisik, namun juga perlu mendapatkan perhatian kondisi psikologisnya melalui pendampingan dan asesmen.

Pendampingan Psikis sangat penting untuk memastikan korban memperoleh dukungan yang tepat selama proses pemulihan sekaligus menjadi bagian dari upaya Polisi melakukan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Yang utama saat ini adalah keselamatan dan pemulihan korban. Setelah kondisinya memungkinkan, pendampingan serta asesmen terhadap kondisi psikologis juga penting dilakukan,” pungkas Lukman.

 

Polresta Malang Kota masih menunggu perkembangan kondisi RR. Berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melengkapi informasi mengenai peristiwa tersebut.

Ipda Lukman mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis orang di lingkungan sekitar.

Pendekatan yang humanis, komunikasi terbuka, dan kesediaan mendengarkan tanpa menghakimi menjadi langkah penting untuk mencegah tindakan bunuh diri.

Peristiwa insiden seorang pelajar yang menjatuhkan diri dari Gedung Kampus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa dan lingkungan pendidikan. (ER/MJ)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *